Cara Memilih Gamis Syar'i yang Menjaga Rasa Malu Muslimah | Safago
Sejak awal, berpakaian bagi seorang muslimah bukanlah tampil untuk dilihat, melainkan tentang keataan yang diajalani dengan sadar, meski tak ada manusia yang memperhatikan.
Rasa malu (hayaa) adalah bagian dari iman. Dan cara berpakaian menjadi salah satu bentuk paling nyata dari rasa malu itu.
Bukan karena desainnya
Bukan karena kainnya
Bukan karena warnanya
Bukan karena harganya
Tetapi karena niat menjaga diri sebagai seorang muslimah.
Berpakaian Bukan Sekadar Pilihan, tapi Sikap Hati
Seorang muslimah tidak memilih pakaian hanya berdasarkan tren. Ia memilih dengan pertimbangan : apakah pakaian ini membantunya tetap taat?
Karena cara berpakaian seorang muslimah telah diatur oleh Allah sebagai bentuk penjagaan, identitas, dan kemuliaan.
Maka berpakaian syar'i bukan untuk terlihat, tetapi dijalani dengan tawakkal mengikuti aturan-Nya.
Prinsip Memilih Gamis Syar'i yang Menjaga Hayaa
Dalam memilih gamis syar'i, ada beberapa prinsip dasar yang perlu diperhatikan :
1. Menutup aurat dengan sempurna
Tidak transparan, tidak membentuk tubuh, dan tidak mengundang perhatian.
2. Tidak berlebihan dalam desain
Kesederhanaan adalah bagian dari adab. Keindahan yang tenang lebih menjaga hati dibanding hiasan yang berlebihan.
3. Nyaman untuk aktivitas dan ibadah
Pakaian yang nyaman membantu muslimah beraktivitas tanpa gelisah dan tanpa niat pamer.
4. Rapi dan pantas, tanpa tabarruj
Elegan bukan berarti mencolok.Â
Indah bukan berarti menarik pandangan.
Dari Ketaatan Lahir Sebuah Prinsip
Seperti hajar yang taat dan bertawakkal menjalani perintah Allah meski tak ada manusia yang melihat, berpakaian pun seharusnya lahir dari kesadaran yang sama.
Dari pemahaman inilah muncul satu prinsip ; Dress for Hayaa.
Bukan sebagai tren, melainkan sebagai ikhtiar untuk menghidupkan kembali rasa malu muslimah yang berakar dari ketaatan, bukan keinginan untuk terlihat.
Dan dari sinilah perjalanan tentang elegan tanpa berlebihan akan berlanjut.